Thursday, November 26, 2009

Cinderella Complex

"Saat ini, banyak sekali pasangan muda yang belum lama menikah akhirnya bercerai. Fenomena seperti itu kian meningkat. Padahal waktu mereka berpacaran, sepertinya tidak ada masalah. Namun setelah memasuki dunia pernikahan banyak hal yang mereka temui, bahkan mungkin hal-hal sepele, yang menjadi pemicu keretakan dalam rumah tangga. Ternyata pada saat ”penjajakan”, masing-masing dari mereka tidak sempat mengenali pasangannya dari sudut pandang pengasuhan. Mereka tidak menyadari bahwa di dalam diri pasangan atau diri mereka sendiri, terdapat jiwa-jiwa peter pan dan cinderella.

Apa itu Sindrom Peter Pan ?

Peter Pan adalah seorang tokoh dalam cerita anak-anak yang ditulis JM Barrie (1860-1937), seorang sastrawan dari Skotlandia. Peter Pan digambarkan sebagai karakter bocah lelaki nakal yang bisa terbang dan secara magis menolak menjadi dewasa.

Watak Peter Pan yang serba kekanak-kanakan ini oleh Dan Kiley (1983) dijadikan sebuah “penyakit” psikologis, yang disebut sindrom Peter Pan. Sindrom Peter Pan ditujukan untuk orang dewasa yang secara sosial tidak menunjukkan kematangan. Sindrom ini lazim diderita kaum lelaki yang secara psikologis, seksual, dan sosial menunjukkan perilaku yang keluar dari pengasuhan.

Sindrom tersebut memakai nama Peter Pan, karena memang Peter Pan ‘menolak’ menjadi dewasa karena tak mau kehilangan masa kanak kanaknya. Karena itu sangat sesuai untuk menggambarkan laki-laki dewasa yang masih bersifat kekanak-kanakkan.

Apa ciri-ciri orang yang mengalami sindrom Peter Pan ?

- tidak sudi / cenderung tidak bertanggung jawab
- suka melawan
- sulit berkomitmen
- manja
- tidak suka bekerja keras
- pemarah (mudah marah jika keinginannya tak terpenuhi), suka mengamuk
- cinta diri sendiri secara berlebihan (narsis)
- mengalami ketergantungan pada orang lain / dependency (bahkan hingga hal-hal
yang kecil)
- senang memanipulasi (manipulativeness), jago ‘bicara’ untuk membuktikan bahwa
dia yang benar
- memiliki keyakinan yang melampaui hukum-hukum dan norma masyarakat.
- enggan untuk hidup sendiri dan selalu merasa sendiri (??)
- tidak berani mengambil keputusan dan menanggung resiko
- mudah sakit hati
- tidak bisa menerima kritikan
- kurang percaya diri
- menolak berhubungan dengan lawan jenis
- pemberontak

Salah satu penyebab munculnya sindrom ini adalah akibat pola asuh yang tidak sengaja salah semasa kanak kanak. Misalnya kalau anak melakukan kesalahan, orang tua selalu membelanya. Orang tua terlalu melindungi anaknya, selalu turun tangan dalam setiap masalah anaknya, terlalu menuruti permintaan anak. Akibatnya meski sudah dewasa tetap saja seperti anak anak. Hal ini bisa difahami, karena kepribadian seorang anak, 80% dipengaruhi oleh lingkungannya (lingkungan terdekat seorang anak adalah kedua orang tuanya), dan hanya 20% dipengaruhi oleh faktor keturunan (genetik).
Seorang laki-laki yang mengalami sindrom Peter Pan, sangat membutuhkan seorang istri yang bersifat seperti ibunya. Layaknya seorang ibu yang akan menyayangi, melindungi dan melayani anaknya. Jika ia tidak mendapatkan sosok istri yang seperti itu, ia akan sangat mudah untuk membanding-bandingkan istrinya, dan merasa istrinya tidak bisa mengurusinya sebagai suami, dan ia akan sering kali ‘pulang’ dan bermanja-manja kepada ibunya.

Apa itu Cinderella Compleks ?

Seperti yang telah kita ketahui, Cinderella mengambarkan tokoh dalam film kartun anak-anak, yang semasa kecilnya hidup bahagia bersama ayah dan ibunya. Namun menjelang remaja, kehidupannya berubah karena, ibu kandungnya meninggal dan ayahnya menikah dengan wanita lain. Setelah ayahnya menikah, kehidupan Cinderella menjadi sangat tidak bahagia. Karena ibu dan 2 saudara tirinya itu sangat membenci Cinderella. Kehidupan cinderella menjadi sangat pahit, menyebabkan ia merindukan sosok lelaki seperti ayahnya yang akan melindungi dan menyayangi dirinya.

• Istilah sindrom Cinderella Complex menggambarkan sebuah ketakutan tersembunyi pada perempuan untuk mandiri. Karena yang ada dalam pikiran mereka adalah keinginan untuk selalu diselamatkan, dilindungi, dan tentunya disayangi oleh “sang pangeran”.
• Dalam keseharian, “penyakit psikologis” ini biasa disebut dengan Syndrom Umur 20, Syndrom Umur 21, Syndrom Umur 22, Syndrom Umur 23, dan seterusnya sepanjang si perempuan itu addicted dengan khayalan akan bertemu dengan pangeran impiannya sebagaimana yang terjadi di dalam dongeng Cinderella.

Seorang wanita yang mengalami Cinderalla compleks, sangat membutuhkan seorang suami yang bersifat seperti ayahnya, yang dewasa, mengayomi, dan selalu melindungi.

Anda-kah orang tua yang menumbuhkan jiwa peter pan & cinderella pada jiwa anak?

Seperti apa pola pengasuhan orang tua yang menyebabkan anak memiliki jiwa peter pan & Cinderella ?
• Ortu yang selalu melindungi
• Ortu yang membiarkan anak bermanja-manja secara berlebihan
• Ortu yang tidak membangun jiwa BMM (Berfikir-Memilih-Mengambil Keputusan)

Mengapa bisa demikian ?
• Ortu tidak siap menjadi ortu
• Ortu yang kehidupannya dahulu sangat susah, sehingga kini memiliki ’dendam positif’ ingin memanjakan anak dengan berbagai kemudahan
• Ayah – Ibu dengan pengasuhan bertentangan. Ayah mau A, Ibu mau B. Tidak pernah kompak, sehingga anak menjadi bingung.
• Ortu yang lama sekali baru dikaruniai seorang anak.

Jika sudah terlanjur, harus bagaimana ?

• Laki-laki yang mengalami sindrom peter pan tidak akan mengalami kesulitan dalam pernikahannya, jika mendapatkan istri dengan karakter keibuan.
• Begitu pula sebaliknya, bagi sang ’cinderella’ yang mendapatkan suami dengan karakter ke’ayah’an yang kuat.
• Untuk istri-istri yang jadi ibu bagi peter pan à harus memahami mengapa suaminya bersifat kekanak-kanakan, harus mau berkorban dan ‘tega’ untuk membentuk kembali jiwa kemandiriannya.
• Untuk suami-suami yang jadi ayah bagi Cinderella à juga harus memahami mengapa ia bersikap seperti itu dan ajak bicara secara baik-baik.
• Bagaimana menghilangkan ‘penyakit psikologis’ tersebut ?
- Harus ada keinginan dalam diri sendiri untuk berubah
- Lingkungan harus mendukung
- Jika diperlukan terapi, mengapa tidak ?
- Minta pertolongan kepada Allah"

sumber: http://zenimtr.wordpress.com/2009/11/14/peter-pan-syndrom-vs-cinderella-complex/

Monday, July 27, 2009

Cedera Otak

Sayang...
Aku akan cinta kamu. Tapi tidak sekarang. Nanti saja ya..
Kalau otakku sudah tidak beres.
Kalau aku sudah tidak punya seseorang untuk dicintai.
Kalau kau dan aku belum mati.

Aku memang sering menghabiskan waktu bersamamu sekarang.
Tapi itu hanya untuk sekarang.
Saat otakku cedera.
Saat aku belum menemukan penggantimu.
Saat aku masih belum menemukan cinta dalam hidupku.
Jadi, kau jangan berharap terlalu banyak dariku.
Nanti kau gila! Haha.

Terima kasih ya, Sayang...
Atas semua yang kauberikan padaku.
Semoga kau bertemu dengan dia yang lebih waras dariku.
Tidak cedera otak sepertiku.
Dan tentu saja mencintaimu...

Gila. Gila. Gila.
Cedera otak. Cedera otak. Cedera otak.
Enyah kau!

Tuesday, June 23, 2009

Lagi Bosen Aja

Hyaaah.......
bosen gueh........
tjebak rutinitas pengangguran!
makan, tidur, nonton tv, internetan!
life's so flat...
i need some variances!
I wish it will come soon...

Monday, March 30, 2009

Salahkah menjadi Tua?

Barusan gw ingin terbang ke alam mimpi sembari nonton tv menunggu mata menjadi benar-benar mengantuk. Asal milih channel, akhirnya gw tidak sengaja nonton tvnya Bang One. Topiknya tentang manusia lanjut usia (lansia). Tepatnya kehidupan lansia di panti jompo.

Huhu, jiwa perempuan (baca: sensitif abis) gw terpanggil.. Gw merasa miris melihat kehidupan mereka di panti jompo. Bagaimana ya rasanya menjadi tua? Menjadi seorang manusia yang sudah tidak produktif lagi. Yang tenaga dan pikirannya tidak lagi dibutuhkan. Maksud gw, ketika lo menjadi pikun, kerja otak sudah tidak produktif lagi, tidak lagi mengenal orang-orang di sekitar lo, bahkan tidak ingat dengan nama sendiri. Hmmm...Is it that bad? Yup, menurut gw, itu sangat buruk. Apalagi ketika menjalani semua fase kehidupan ini jauh dari keluarga yang menyayangi kita.

Mungkin para lansia memang hidup dengan nyaman di sana. Segalanya terpenuhi; makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Seadanya, tapi cukup lah.... Namun gw tetap tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan mereka, tinggal jauh dari keluarga. Tidakkah mereka merasa dibuang oleh keluarga sendiri?

Kejam sekali perbuatan seorang anak yang mengantarkan orang tuanya ke panti jompo dengan alasan apapun. Sibuk. Repot mengurusnya. Atau alasan lain. Menurut gw tidak ada satu alasan pun yang pantas dijadikan pembenaran atas perbuatan tersebut. Tidakkah dahulu, orang tuanya yang mengganti popoknya setiap ia buang air? Bahkan mungkin saja "ampas buang air" tersebut termakan kembali oleh orangtuanya karena saat itu orangtuanya sedang makan. Tidakkah dahulu, orangtuanya yang memberinya makan setiap ia merengek tanda lapar? Tidakkah dahulu, orangtuanya yang menghisap ingus dihidungnya ketika ia pilek? Tidakkah...? Tidakkah....? Sejuta banyaknya pertanyaan "Tidakkah...???" Namun tidak ada hal yang pantas dijadikan alasan untuk membenarkan perbuatan ini. Justru pada usia seperti itulah para lansia itu sangat butuh dukungan moril. Teman untuk bercerita. Teman yang mendengarkan semua kata-katanya. Teman yang memberikan tatapan nyaman. Sebuah hal yang tidak bisa diukur secara materi.

sumber: http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=26&jd=Penghuni+Panti+Jompo+Hidup+Memprihatinkan&dn=20080228203104
(Ini adalah Panti Sosial Tresnawerda, Kota Parepare, Sulsel
)

Move on...
Lalu tv Bang One memperlihatkan sekelumit kisah hidup seorang lansia bernama Umi (berumur 70-an) yang hidup di sebuah stasiun kereta di Jakarta. Umi tinggal di stasiun kereta ini dengan beberapa teman (tentu saja juga sama tuanya dengan Umi). Sehari-hari, Umi hidup dengan mengumpulkan sampah plastik bekas air mineral. And guess what???

Dari hasil mengumpulkan sampah nonorganik tersebut, Umi biasanya mendapat Rp 2.000,- per dua hari setelah mengumpulkan kira-kira seratus plastik bekas ukuran gelas! Iya, cuma dua ribu perak saja. Atau Rp1.000,- per hari. Sangat memprihatinkan. Jaman begini Rp1.000,- bisa dapet apa? Di kafe kampus gw aja gak bisa beli seporsi nasi putih. Lah! Lalu bagaimana cara Umi hidup? Dari belas kasihan orang. Biasanya ada saja orang berhati emas yang memberikan makanan secara cuma-cuma kepada Umi. Alasan Umi tinggal di stasiun kereta itu adalah karena tidak mau membuat repot keluarganya. Tapi sepertinya ini cuma alasan pembenaran bagi Umi atas semuanya. Maksud gw, tidakkah Umi merasa sedih bahwasanya keluarganya membiarkan ia tinggal begitu saja di stasiun itu? Hidup memang kejam. Dan air mata gw meleleh. Sedih dan prihatin. Dan gw merasa berdosa. Sepertinya, selama ini gw kurang bersyukur dengan apa yang gw miliki. Kadang gw menghabiskan puluhan ribu hanya untuk sekali makan. Padahal di luar sana, puluhan ribu tersebut bisa menghidupi seorang Umi selama 1-3 bulan (Umi hidup dengan Rp 30.000,- sebulan).

Semoga gw bisa semakin menghargai setiap rupiah yang gw miliki. Semoga gw semakin menghargai setiap detik yang gw habiskan bersama keluarga gw sebelum gw lupa siapa saja anggota keluarga gw. Semoga gw semakin menghargai setiap detik hidup gw sebelum gw menjadi pikun dan tidak bisa mengerjakan apa-apa untuk orang di sekitar gw. Semoga gw semakin berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk orang-orang di sekitar gw. Semoga gw tidak menjadi sebentuk makhluk tanpa nama. Amin...

Tidaklah salah menjadi tua. Menjadi tua cuma sebuah fase kehidupan yang pasti dijalani setiap manusia. Tapi yang terpenting adalah selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik di setiap detik hidup lo untuk diri lo dan orang lain. Dengan begitu lo akan merasa berarti dan bukan cuma sebentuk makhluk tanpa nama...

Thursday, March 26, 2009

Mengapa? Mengapa? Mengapa?

Jam berdetak sangat pelan di salah satu sudut hidupku kini

Setiap detakannya bagaikan sebuah perjalanan sang petualang yang tiada akan pernah berakhir

Tik tok. Tik tok. Tik tok. Tik tok. Tik tok......


Aku merasa semuanya terjadi begitu saja. Tanpa bisa kucegah. Tanpa bisa kutawar denganNya.
Mata yang dulu riang berbinar berubah menjadi redup kelabu tatkala jiwa itu dijemput kembali oleh pemiliknya.
Hati yang senantiasa menari-nari di indahnya lembayung senja bersama jiwa itu kini terpuruk jauh ke dasar laut tak bercahaya.

Dingin. Hampa. Suram. Gelap. Gelap. Gelap. Semakin gelap....

Terpuruk. Semakin dalam. Semakin jauh. Semakin tak terjamah..


Aku telah berteriak menahannya. Aku berlarian tak tentu arah di ruang imajinerku.

Aku berdoa. Aku menangis. Aku melakukan segala cara.

Akan aku berikan apa yang Kau minta!

Akan aku berikan apa yang aku punya! Semuanya. Ya, semuanya.

Tapi plis…jangan ambil dia dariku. Setidaknya jangan sekarang!


Aku punya rencana lain.


Kugenggam tangannya seraya berdoa dalam hati

Mohon, jangan Kau ambil jiwanya. Aku sangat butuh ia.

Aku tidak bisa hidup tanpa ia.

Jiwaku masih ingin bersamanya. Ragaku masih ingin didekatnya.

Aku ingin membuatnya bahagia..


Aku tahu kau bisa melewati semua ini.


Tangan itu menjadi dingin. Perlahan-lahan.

Kupikir itu karena cuaca yang dingin. Tapi aku salah.


Tidak! Itu bukan karena cuaca yang dingin, Sayang…

Itu adalah pertanda

Malaikatku akan segera menjemput jiwanya.

Malaikatku akan membawa jiwanya jauh ke atas bumi.

Jauh ke atas langit.

Jauh ke suatu tempat yang tidak tersentuh ruang dan waktu.

Tidak pula oleh akal sehat.


Kulakukan shalat malam, berdoa kepadaNya.

Kulafalkan ayat-ayatNya di depan tubuhnya.

Tapi kemudian… Aku melihat…

Perut yang tadi kembang kempis memasukkan O2 dan mengeluarkan CO2 itu…

Tiba tiba menjadi diam..

Seiring dengan diangkatnya jiwanya…


Aku telah mengambilnya.

Aku tahu kau kehilangan.

Tapi inilah waktunya.

Perjanjiannya denganku telah sampai batas waktunya.


Dan aku hanya bisa bertanya…


Mengapa? Mengapa?

Mengapa? Mengapa? Mengapa?

Mengapa? Mengapa? Mengapa? Mengapa?

Mengapa? Mengapa? Mengapa? Mengapa? Mengapa?



Untuk papaku tercinta, Asril Wahab...

Aku kangen sekali sama papa..

Love you always and forever.

Thursday, March 19, 2009

Interview with Bahana :( :( :(

Kemarin, gw interview kerja sama Bahana TCW Investment...
Interview yang bikin speechless karna gw gak prepare sedikitpun, keburu takut diinterview direktur, dan saat itu asam lambung gw lagi kambuh karna telat makan...

Oke, interview pertama dengan Mas Dony (Investment Analysis) dan interview kedua dengan Bapak Sony (Senior Portfolio Manager) berhasil gw lewati - 3 Maret 2009. Bahkan gw pede, gw berhasil make a good impression in front of them. Gw yakin bakal lolos ke tahap selanjutnya. Dan ternyata memang iya.

Next, interview ketiga dengan Bapak Budi H****t (Direktur) - 18 Maret 2009.
OMG!!! Gw gak nyangka sensasi interview dengan BOD segitu dahsyatnya. Ckckck....
Gw pesimis bakal diterima. Si Bapak Sendiri langsung bilang, "Sepertinya kalo kami terima kamu, kamu akan jomplang sekali dengan para analis lainnya dan gaya bicara kamu tidak seperti seorang analis"
Syok...Syok...Syok...Huhu..Padahal gw tertarik banget dengan posisi itu, research analyst (Job desc-nya itu bikin analisis tentang keputusan investasi di suatu perusahaan. Ngumpulin data tentang perusahaan dan kunjungan ke perusahaan>>Analisis>>Kesimpulan
>>Rekomendasi pada Investment Commitee Meeting)
Padahal pertanyaannya simple dan menurut gw gampang dijawab dalam keadaan normal. Kayanya gw terlalu pede bakal lolos lagi. Jadinya, gak belajar lebih giat lagi untuk interview ini.. Padahal interview ini lah yang paling penting, ternyata...

FYI.. Masing-masing interview tersebut lebih ke masalah teknikal.
Gw merasa interview ini lebih scary daripada sidang skripsi gw.. Menguras otak.
Jadi, gak peduli gimana pun diri lo tapi lo punya otak yang jenius tentang analisis pasar modal, lo bakal diterima..

Setelah interview....
Dissapointed ma diri sendiri tapi ga bisa ngapa-ngapain. Cuma bisa pasrah. Rejeki gak akan kemana...

At least, gw dapet beberapa pelajaran. Nih, pelajaran moral kemarin:
1. Jangan interview dalam keadaan tidal stabil/sakit
2. Gw harus belajar main gaplek (Pak Budi mewajibkan semua anggota keluarganya untuk mahir main gaplek)
3. Kl serius pengen jadi analis, ambil sertifikasi WMI atau CFA
4. Searching dulu all about the companies. "Nanti kamu pulang, coba search di Google, siapa yang mengelola Asian Bond Fund, endowment fund ILUNI-FEUI dan ITB"

:hammer:
:hammer:
:hammer:

Yasu la... Ikhlaskan saja.
Pasti Allah punya rencana lain buat gw.
Dan gw percaya bahwa apa yang gw alami adalah yang terbaik untuk gw.. (Amin. Semoga bukan cuma pembenaran semata)

Pasti ada perusahaan yang mau nerima gw! hehe, pede beraaat...
Minggu gw tes B.Inggris BNI dan Senin FGD Permata. Jadi, harus semangat!!!
Jalan gw masih panjang...

Tuesday, March 17, 2009

Masa Kecil Seorang Leony

Hi hi para pembaca setia blog Leony...(buset dah, nulis di sini baru kemarin, siapa yg baca?? Lee..Lee..narsis yang bener donkk). I wanna share to you 'bout my childhood!

Tentang Nama
Leony Wesvalia. Itu nama yang dikasih bokap untuk gw. Dikasi nama Leony karna zodiak gw Leo (kepikiran aja sama si papa) and krn gw cewe jadinya Leony (Thx God dan Papa!, nama gw bukan Bambang, Yanto, atau pun Budi. Gak lucu kalo nama gw Bambang Wesvalia/Yanto Wesvalia/Budi Wesvalia). Next, Wesvalia. Kata bokap gw, Wesvalia itu bahasa daerah mana gitu (beliau lupa) yang artinya bersih. (Thx again to the God dan Papa, nama belakang gw bukan Rahmanto, Nugraha, atau pun Santiko. Haha, gak lucu kalo nama gw Leony Rahmanto/Leony Nugraha/Leony Santiko).

Kebayang sama gw...Suatu hari di Posyandu ketika gw berumur enam bulan..eng ing eng..
Ibu 1: "Aiiih...Lucu banget anaknya!!! Sipit kayak china..."
Ibu 2: "Ahaayy!!!! Imut-imut banget, Mbak...Semoga anak saya selucu dan semanis anak Mbak.." (Lagi hamil)
Ibu 3: "Iiiihhh...gemes! Gemes! Pipinya nge-gemesin banget!! Siapa namanya, Mbak?"
Nyokap gw: "Hehehe..Iya ini anak saya, namanya Bambang Rahmanto"
Ibu 1: "rrrr" Memandang gw dengan tatapan iba teramat sangat
Ibu 2: "Nnnng......" *dalam hati: amit amit jabang orok! kalo gitu gak jadi deh..biarin deh anak saya jelek, tapi punya nama normal, gak kaya anak si mbak*
Ibu 3: "rrgghhhh..eehhmmm.."

Tapi, tante-tante gw bilang kalo Wesvalia itu berasal dari Wesvalator. Sejenis alat penyaring oli pada mesin listrik (bokap gw kerja di PLN) . Selama bertahun-tahun gw meyakini bahwa nama Wesvalia gw ini seperti yang dibilang tante-tante gw. Baru setahun yang lalu gw nanya sama bokap tentang arti nama gw. Ckckck...Tante-tante yang usil! hehe..(atau gw yang geblek ya percaya gitu aja??)
Nama masa kecil gw adalah OOng. Seinget gw, nama ini pemberian dari tetangga nenek (yang sering gw kunjungi kalo lagi dititip di rumah nenek, etnis Tiong Hoa) karena gw mirip orang Tiong Hoa. Btw, btw, cuma Heidi, Rani, dan pacar gw sekarang - Bhima aka Panda- yang tau nama ini. Bahkan, Panda kalo manggil gw selalu pake "OOng", gak pernah gw denger dia manggil dengan nama asli gw. Hahaha...what a fate! ;p
Ok, enough. That's all about my name!

Tentang Hidup
Well, well, well....Now, let's talk about my life!
Gw brojol dua agustus 1987. Di Padang, Sumatera Barat. Kalo boleh milih siy, pengen lahir di Jepang, di bawah pohon sakura. Jadinya nama gw Sakura (Haha..You wish, Ong!). Gw sulung dari tiga bsodara. Satu cewe namanya Oshand Addherya (1990), satu cowo namanya Yocky Sarada Putra (1995). Btw, gw lahir saat bokap nyokap tinggal di Andalas, Padang. Saat nenek gw dari nyokap tinggal di Jondul. Saat nenek gw dari bokap tinggal di Pegambiran. (Sumpah, gak penting banget nih gw). Bokap gw, Papa Asril Wahab, kerja di PLN Padang. Sedangkan nyokap gw, Mama Rini Adriati, kerja di Pariaman sebagai guru SMP Negeri. Iya...Pariaman yang itu! Yang jaraknya puluhan kilometer dari Padang. Secara Padang kota yang gak terlalu luas, jarak segitu terhitung jauh. Pariaman yang terkenal dengan "dibeli" dan "sala lauak"nya. Walhasil, resmilah gw menjadi ANAK TITIPAN pada nenek-nenek gw. nih, foto nenek gw dari nyokap (lukisan di dinding itu adalah alm. Engkong gw yang meninggal tahun 1991 karena paru-paru basah):
Ini foto kakek gw dari bokap:

Well, nanti gw akan bercerita tentang mereka di bagian lain. Jadilah dulu setiap pagi hari kerja nyokap dibonceng bokap dari rumah kontrakan kami di Andalas ke rumah nenek di Jondul atau di Pegambiran (gw cuma punya sedikit memori tentang kakek nenek dari bokap). Di Jondul, nenek dan kakek gw hidup dengan empat dari sembilan anaknya: Tante Nora, Tante Desi, Makcik David, dan Tante Rina. Jadi, beginilah masa kecil gw di rumah nenek dari nyokap...Gw paling takut cubitan Tante Nora yang alamaaakk..sakit benzeeet! (Tapi sebenernya orangnya baik dan yang gw kagum, dia itu ulet dan gigih. Sekarang dah jadi kepala cabang Pradasari bagian Sumatera Barat. Padahal dulu dari SPG). Gw juga takut sama muka Makcik David. Makcik paling hobi ngejahilin gw. Pernah waktu itu gw dibikin nangis karena gw bales jahil bikinin dia teh pake garem buat dia dan temen2nya. Ujung2nya, si nenek malah marahin dia (hahaha, tau rasa dirimu, cik...). Yang juga gw inget, pacarnya, Tante Ririn. Cantik dan baik. Sekarang jadi istrinya. Next, Tante Desi (gw panggil dengan "Bundo") yang badannya sekarang sama imutnya dengan gw. Gak bisa gemuk. Waktu itu Bundo masih pacaran sama Om Dudi. Tiap mereka ng-date, gw pasti pesen: "Beliin OOng Beng-Beng ya Bundo..". Lalu tiap Bundo pulang ng-date gw pasti berlari ngejar dia dengan kedua tangan terentang di samping tubuh gw. Persis film India... Ckckck...ternyata bakat Bollywood gw udah ada dari batita..*membayangkan OOng kecil berlari-lari mengejar Bundo dengan hanya memakai kaos singlet dan celana dalam - Haha..iya! Ini adalah baju kebangsaan gw waktu kecil!*. Lalu juga ada Tante Rina aka Makwo. Makwo adalah anak nenek yang paling tua. (Sekarang, punya satu orang anak namanya Lady. She's so cute..tapi sayang, menderita autisme. Luar biasa "lasak". But, e'body loves her!).

Hmm...Percaya nggak? Bakat dandan gw dah kliatan dari kecil! Dulu tiap tante atau nyokap pergi kerja, gw pasti nimbrung untuk sekedar nyobain lipstik/eyeshadow/blush on. Gw juga sering make sepatu berhak 10cm milik tante gw dan berjalan bak peragawati. Dan tanpa sempoyongan! Terkadang kalo gw lagi merasa sexy, gw menyumpal dada gw dengan kain agar terlihat berisi. Huaaaa..Aib! Aib! Aiiib!

Pintu pagar di rumah nenek selalu dikunci biar gw gak "lepas dari kandang" (buset dah..dah kaya macan aja y gw??). Apabila suatu saat gw mendapati pintu pagar tidak terkunci atau gw berhasil menculik kunci pagar, gw pasti langsung lari keluar sambil berteriak "kijang lapeh ka rimboo!!!" (kijang lepas ke hutan!). Dodol banget dah, bukannya menikmati kebebasan secara diam-diam, malah ngasih tau penghuni rumah kalo gw berhasil kabur. Walhasil, nenek gw berlari-lari mengejar gw di sepanjang jalan di depan rumah. Apa jangan2 gw menikmati sekali dikejar2 seperti itu oleh nenek gw??? Bersenang2 di atas penderitaan nenek gw! Ckckck..kejam bgt ya gw?!

Gw inget banget, kakek suka masukin gw ke dalam ember yang ada gagangnya lalu membawa gw keliling rumah. Mungkin biar berasa naik komedi putar kali ya, kek??? hehe.
Kakek suka menggerutu sendiri kalo gw banyak tingkah. Kenapa? Karena ketika kakek memarahi gw, nenek malah kesal dan akhirnya memarahi kakek. Jadi kakek cuma bisa bilang, "Jangan banyak tingkah, nanti aku dimarahi nenekmu!!!" dengan muka merah menahan marah jika gw bertingkah. Hehe, lucu denger cerita ini dari nenek..Maafkan aku Kek, Nek...

Terkadang bokap dan nyokap sengaja ninggalin gw di rumah nenek biar nggak terlalu repot nganter gw pagi-pagi atau karena mereka kasihan ngeliat gw yang udah tidur nyenyak sewaktu mereka datang menjemput gw. Sering gw terbangun tengah malam dan merengek2: "Mana mama dan papa OOng? Mana mama dan papa OOng??!". Kalo sudah begitu, penghuni rumah bakalan ribut karena tangisan gw. Biar gw diem, gw dibawa ke Pos Siskamling!!! *ckckck..berasa maling nih..* Di situ biasanya gw diem, nggak tau kenapa. Seinget gw, nenek dan kakek gw juga sering membawa gw ke Pelabuhan Teluk Bayur untuk melihat kapal. Pernah suatu kali gw nonton tari India di atas kapal dari India..
Akhirnya bokap dan nyokap memutuskan untuk pindah ke Jondul. Ada dua alasan. Pertama, lebih gampang nitipin gw ke rumah nenek dan kakek. Kedua, ada suatu kejadian yang membuat hati bokap gw teramat sedih (ini alasan dominan). Jadi, waktu itu bokap dan nyokap menjemput gw dari rumah nenek untuk dibawa pulang ke rumah kami di Andalas. Tapi, gw sambil nangis2 menolak untuk pulang, pengennya tinggal di rumah nenek dan kakek malam itu *sumpah, maumu byk amat siy Ong???*. Nyokap cerita, waktu itu bokap meluk gw erat2 sambil nangis. Iba hati karena kelakuan gw *Hikss..gw sedih banget tiap denger cerita ini. Maafkan aku ya, Pa..*. Karena takut OOng lupa akan papa dan mamanya, pindahlah bokap dan nyokap gw ke Jondul...

Tentang Teman Masa Kecil
Teman masa kecil gw di rumah nenek ada beberapa dan cowok semua. Namanya Erik (kelak menjadi cowok pertama yang nge-sun pipi gw untuk membujuk gw biar diem dari tangisan sewaktu di TK), Yudi, abangnya Yudi - Dani, dan abangnya Yudi yang lain - gw lupa namanya. Teman masa kecil gw yang lain adalah Tisa, Adit (adiknya Tisa, meninggal sebulan yang lalu karena DBD.Maaf ya, tidak sempat pulang ke Padang..), Ari, Egi (abangnya Ari), Zeno, dan Zon (adiknya Zeno). Mereka semua tetangga gw satu gang. Dan...Ckckck..Ternyata teman gw memang lebih banyak cowok!!!
Btw, inilah kegiatan kami sehari-hari. Pagi-pagi, kami sekolah. Pulangnya, langsung mengaji di TPA Mesjid Al Muthmainnah. Sepulangnya, kami biasanya bermain di jalan depan rumah. Tak lupa hari minggu. E'day was a playing time! Maen sepeda. Maen "bulan". Maen "Nenek Sugi". Maen petak umpet. Maen patok lele. Maen "sepak tekong". Maen "cak bur". Maen layangan. Nangkep anak ikan di kaki bukit. Makan tebu tetangga. Maen masak2an. Terkadang maen layangan bersama bokap gw. Btw, bokap pernah loh, bikin layangan super gueede buat gw dan adik2! Bentuknya ikan, warna hitam putih. Gw dan adik2 sangat bangga punya layangan itu *haha, narsis!* Lalu kami suka menerbangkan layangan itu di depan rumah kami ataupun di lapangan Imam Bonjol..
What a wonderful childhood! :) :) :)

Hmm..Segitu dulu deh yaa..
Gw akan nyoba mengingat-ingat lagi.
Kalo ada yang kurang gw edit deh..
See Ya!

Monday, March 16, 2009

Kemandulan Otak Gw

Mandul...Mandul...
Otak gw mandul!!!
Mandul karena gak nulis-nulis lagiii...
:hammer: :hammer: :hammer:

trakhir nulis di blog 5 april 2008..
such a long long time ago!

Jadi, gw memutuskan untuk terus menulis dan menulis...
(hoho, telat c. tp mending drpd enggak sama skaliii)

Bodo amat kalo kali ini gw memutuskan utk menulis kejadian sehari2 yg gw alami( di blog ini)..
Dulu c, gw berniat untuk menulis sesuatu yg memberikan value-added bwt orang lain. Yang sedikit "berat". I mean gak ngasal nulis. Tapi sekarang? Bodo amir lah. Gw mw nulis apapun yg gw mao.. Biar otak gw gak mandul lagi....(Memang, pengangguran bisa bikin seseorang mengalami degradasi inteligensia)

Btw, btw, sebenernya blog ini udh ada dr dulu. Dari jaman gw menyukai kehidupan malam (baca: begadang sampe pagi tanpa kegiatan berarti karena tidak bisa tidur). Makanya namanya wanita-malam.. (gmn cara ngubahnya yak???). Tapi berhubung gw masih nyari2 tempat yg pewe buat ngblog, yasuda..gw tinggalkan lah blog ini.. gw coba wordpress, friendster, n multiply. tapi sekarang I'M BACK in blogspot! (haha, sebenernya krn gw lagi bosen nulis yg bikin mikir. pengen nyampah aja aaahhh...)

So, Welcome to Leony's Life!!!!!
Enjoy Your Blogging Here..